Update Subtitle Azumi 2: Death or Love

Posted in Uncategorized on Agustus 22, 2012 by Salman Tz

Mungkin saat ini sudah ada yang mengedit sub Azumi2, sehingga mungkin sudah terlambat kalo aku mengupload sekarang…

but, berhubung aku terlanjur menjanjikan update, maka ku rasa nggak ada salahnya kalo aku tetep meneruskan niatku itu…

yang aku lakukan dalam pembaharuan subtitle ini cuma menonton film sambil menyesuaikan dialog yang ada dalam subtitle ini…

gitu aja kok… Simpel khan..? tapi ya tetep aja pegel…

so, ku mohon hargai usahaku ini…, mengingat aku kan gag dibayar… Harap jangan melakukan apapun yang melanggar hak cipta… OK?

aku percaya ma kalian semua …, so jaga kepercayaan ini ya…!

nih, link Subtitle Azumi 2: Death or Love-nya

selamat menikmati…

Subtitle Azumi 2: Death or Love

Posted in Uncategorized on Januari 11, 2012 by Salman Tz

Q dah prnah nyari IndoSub…

tp t’nyata yg ada cm MalaySub…

kecewa d…

 

so, spy yg laen g kcewa…, Q cuba translit…

 

bg yg b’minat…

bisa donlot di sini

Makalah Kecil

Posted in Karya Qt, Makalah on Maret 22, 2010 by Salman Tz

Bismillah…

Cory bngtz prends…, Q lum prnh smpt  trbtkn mklh Qt….

G inget blaz…. Bru td mlm diingetin sm  Bria

Tp, yg ni g bs k’bc arabicx…

Entah…, mngkn krn PDF Creatorx g support kale ma tlsan arab…

Slain tu jg editingx lum tuntaz…

Afwan bgtz loh…

Donlot disini ajah

Simple English Learning

Posted in Karya Qt on Oktober 3, 2009 by Salman Tz

Alhamdulillah… Akhrx klar jg penulisan kutaib ni…

Yah, mesQ g bs diblng smpurna…, nmn s’tdkx ni kan jd awal yg baik bwt Qt…

Bwt tmn2 yg mo ambL…, silakn…

Tuk smua… Andin, Asmaa Amalia, Afriya, Ahya Fanada dan Febria….

Ku bwt buku ini dlm bntk PDF…, spy g morat-marit settingx…

Ambl ja di bwh ni…

Simple English Learning

PENGAMALAN HADITS DHA’IF MENURUT ULAMA

Posted in Makalah on Agustus 12, 2009 by Berenam

Oleh: Afriya

DAFTAR ISI

BAB I             PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
  2. Tujuan Penulis
  3. Kegunaan Penulisan

BAB II            PENGENALAN HADITS DHA’IF

  1. Pengertian Hadits Dha’if
  2. Sebab-Sebab Hadits Menjadi Dha’if
  3. Perbedaan Dha’if Sebelum Imam Turmudzi Dan Sesudahnya
  4. Hukum Meriwayatkan Hadits Dha’if

BAB III          PENDAPAT ULAMA TENTANG PENGAMALAN HADITS DHA’IF

  1. Hadits Dha’if Tidak Boleh Diamalkan Secara Mutlak
  2. Hadits Dha’if Diamalkan Dengan Syarat Tertentu
  3. Hadits Dha’if Hanya Diamalkan Dalam Fadho’il Amal Dengan Syarat Tertentu.

BAB IV          PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Saran

BAB I

PENDAHULUAN

  1. 1. Latar Belakang Masalah

Hadits adalah sumber hukum kedua setelah Kitabulloh, Al-Qur’an. Posisi penting ini didudukinya tak lain karena fungsinya sebagai penjelas, perinci, dan petunjuk penerapan Al-Qur’an dan  kehidupan sehari-hari. Ibarat dua saudara kandung, Al-Qur’an dan hadits tidak bisa dipisah-pisahkan. Bahkan keduanya mempunyai keterkaitan yang erat satu sama lainnya. Karena itu, tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa pengamalan hadits merupakan bentuk kethoatan kepada Allah ta’ala.

Sebelum merealisasikan bentuk kethoatan kepada Allah yang satu ini, setiap muslim perlu mengenali terlebih dahulu derajat suatu hadits. Secara global hadits dibagi menjadi dua, shohih dan dha’if. Jika suatu hadits shohih, maka tidak dipermasalahkan dalam hal pengamalannya, namun yang menjadi masalah disini adalah bagaimana bila hadits itu dha’if? Apakah bisa diamalkan seperti halnya shohih? Apa pendapat ulama dalam menyikapi hal ini?

Karena hal-hal itulah, penulis tertulis untuk mengadakan kajian seputar hadits dha’if sekaligus mencari dengan seksama pendapat ulama tentang pengamalan hadits dha’if. Kajian ini penulis wujudkan dalam bentuk tulisan ilmiah berjudul ”PENGAMALAN HADITS DHA’IF MENURUT ULAMA”. Baca lebih lanjut

Pendapat Ulama Tentang Naiknya Derajat Hadits Dlaif Menjadi Hasan Karena Ta’addud

Posted in Makalah on Agustus 12, 2009 by Berenam

Oleh : Asmaa A. binti Muhammad Salim

DAFTAR ISI

BAB I                         Pendahuluan

  1. Latar Belakang Masalah
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Kegunaan Penelitian
  5. Metodologi Penelitian

BAB II            Pengertian dan Penjelasan tentang Naiknya Derajat Hadits Dhaif menjadi Hasan dengan Adanya Ta’addud Thuruq

  1. Pengertian dan Penjelasan tentang Hadits Dhaif
  2. Pengertian dan Penjelasan tentang Hasan
  3. Pengertian dan Penjelasan tentang Ta’addud Thuruq

BAB III          Pendapat Ulama Ahli Hadits tentang Naiknya Derajat Hadits Dhaif menjadi Hasan dengan Adanya Ta’addud Thuruq

  1. Abdul Karim Harlan dan Abdul Muhsin Al Abbad
  2. Muhammad Jamaluddin Al Qosimi
  3. Dr. Shubhi Shaleh
  4. Ibnush Shalah

BAB IV          Penutup

  1. Kesimpulan
  2. Saran-saran

BAB  I

PENDAHULUAN

  1. 1. Latar Belakang Masalah

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا (الحشر : 7)

Artinya : ”Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimlah dia. Dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah”. (QS. Al Hasyr : 07)[1]

Jumhur Ulama berhujjah dengan ayat diatas bahwa sunnah Rasulullah adalah dalil dan mereka lebih mendahulukan pengamalan sunnah beliau daripada pendapat orang-orang selain beliau.[2] Sunnah beliau terdapat dalam hadits-hadits. Untuk dapat dijadikan dalil, hadits harus diperiksa keotentikannya. Hadits yang otentik adalah hadits yang berderajat shahih dan hasan. Hadits dhaif merupakan hadits yang tidak otentik.

Tertera dalam kitab-kitab Mushtholah hadits diantaranya kitab min Athyabil Manhi fi Ilmil Mustholah[3] bahwa hadits dhaif bila diriwayatkan dari jalur lain yang sama-sama berderajat dhaif (Ta’addud Thuruq) akan naik derajatnya menjadi Hasan. Namun penulis pernah mendapati seorang ustadz mengatakan bahwa hadits dhaif tidak bisa naik derajatnya dengan adanya hadits dhaif lain. Hadits dhaif beliau umpamakan sebagai minus dalam teori matematika, dimana minus jika dijumlahkan dengan minus hasilnya tetap minus. Tidak bisa menjadi plus. Begitu pula hadits dhaif jika diikuti jalur priwayatannya oleh hadits dhaif lain maka hadits itu tetaplah berderajat dhaif.

Penulis tidak merasa puas dengan hanya mengetahui pertentangan ini. Maka penulis ingin mendata lebih lanjut perkataan para Ulama ahli hadits dalam masalah ini. Penulis merealisasikan keinginan tersebut dengan mengadakan penelitian dan menyusunnya menjadi suatu karya ilmiah berjudul ”Pendapat Ulama Tentang Naiknya Derajat Hadits Dhaif Menjadi Hasan Karena Taaddud Thuruq” Baca lebih lanjut

Pengertian Wajib dan Macam-Macamnya Menurut Ushul Fiqih

Posted in Makalah on Agustus 12, 2009 by Berenam

Oleh: Febria

Kerangka Karangan :

Judul            : PENGERTIAN WAJIB DAN MACAM-MACAMNYA MENURUT USHUL FIQIH

BAB I                         PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Kegunaan Penelitian
  5. Metodologi Penelitian

Jenis Penelitian

Metode Pengumpulan Data

BAB II            PEMBAHASAN TENTANG WAJIB DAN MACAM-MACAMNYA

  1. Pengertian Tentang Wajib
  2. Pembagian Wajib

Wajib ditinjau dari segi waktu pelaksanaannya.

Wajib ditinjau dari segi ketentuan dari syari’

Wajib ditinjau dari segi tuntutan menunaikannya

Wajib ditinjau dari segi sifatnya

BAB III          PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Saran

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

  1. 1. Latar Belakang Masalah

Negara Indonesia terkenal dengan negara yang bermayoritas muslim. Ini dikarenakan penduduknya kebanyakan beragama Islam. Sebagai seorang muslim seharusnya dia mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi larangan-Nya. Di agama ini juga ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang muslim. Namun, apa yang kita saksikan sekarang ? Kebanyakan muslimin di negeri ini tidak menunaikan sholat fardlu secara sempurna, melalaikan zakat, tidak mau puasa Ramadlan. Padahal semua itu adalah suatu kewajiban yang harus mereka laksanakan. Salah satu sebabnya mereka enggan mengamalkannya karena mereka tidak tahu apa makna wajib yang sebenarnya.

Dari sini penulis tergerak untuk menjelaskan apa yang dimaksud wajib beserta macam-macamnya menurut ushul Fiqih. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.